Menu Utama :


[PETA NUSANTARA] [RADIO HARAMAIN] [TV-ISLAM CHANNEL] [QIBLAT LOCATOR] [MUSIK DAN FILM] [SLIDE FOTO]

pemikiran dan analisis para pakar untuk pembangunan bangsa


03 Agustus 2010

Coret Gedung DPR, Pong Harjatmo Diamankan


15 Juni 2010

Managing Director Bank Dunia Sri Mulyani Indrawati, berkata:

Bahwa Bank Dunia bukan lagi dominasi negara-negara tua dan kaya, tapi juga perlu mementingkan peran negara berkembang. "Bank perlu mengakui suara dari negara-negara berpenghasilan menengah dan negara berkembang," katanya Managing Director Bank Dunia Sri Mulyani Indrawati
 

07 Juni 2010

Mungkinkah Sri Mulyani Membentuk Pemerintahan Dipengasingan?

Oleh: Kwik Kian Gi
(Menko Ekonomi Kabinet Persatuan Nasional 1999-2000 dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional & Ketua Bappenas Kabinet Gotong-Royong 2001-2004)


Mundurnya Sri Mulyani Indrawati (SMI) sebagai Menteri Keuangan RI menimbulkan kehebohan dan banyak pertanyaan tentang penyebab yang sebenarnya. Ada yang mengatakan bahwa perpindahannya pada pekerjaan yang baru di World Bank (WB) adalah hal yang membanggakan. Tetapi ada yang berpendapat, bahkan berkeyakinan tidak wajar, terutama kalau dikaitkan dengan skandal Bank Century (Century).

Saya termasuk yang berpendapat, bahkan yakin sangat tidak wajar. Alasan-alasan saya sebegai berikut.

Beberapa ungkapan dan pernyataan dalam berbagai pidato perpisahannya mengandung teka-teki dan mengundang banyak pertanyaan, yaitu : “Jangan ada pemimpin yang mengorbankan anak buahnya.” “Saya tidak bisa didikte”. “Saya menang”. “Saya tidak minggat, saya akan kembali”.

04 Juni 2010

Video 'Hitler' Cerca Album SBY Muncul di YouTube

BANYAK cara orang mengeluarkan kritik dan pendapat. Karena pemerintah dianggap terlalu sensitif dengan kritik langsung, beberapa orang memilih mengkritik melalui dunia maya.

Anticrox Production mempublikasikan cuplikan film Hitler ke sebuah situs yang melansir video tak berbayar, YouTube. Dari data.dan statistik situs tersebut, video berjudul 'Hitler dan SBY' yang dengan dubbing bahasa Indonesia tersebut, diupload pertama kali pada akhir Januari 2010.

02 November 2009

Kenaikan Gaji dan Beban Bangsa

Oleh : Saifur Rohman

Kenaikan gaji presiden sampai bupati telah digulirkan pada APBN 2010. Sudah lima tahun gaji presiden dan para menteri tidak naik. Perihal angka persentase penaikan menteri yang hampir empat kali lipat, menurut Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi, hal itu ”menyesuaikan dengan kondisi perekonomian”.

Sebetulnya perihal sesuai atau tidak tentu bukan sekadar mengacu pada kemampuan ekonomi. Sebagai kaki tangan negara yang sebagian besar dihidupi oleh pajak yang dipungut dari jerih payah rakyat, dan oleh karena cita-cita pendirian negara adalah keadilan sosial bagi keseluruhan, maka soal kepantasan ini berhadapan dengan nilai sosial. Seberapa pantaskah gaji presiden dan para pembantunya dinaikkan? Legitimasi apakah yang memungkinkan publik bisa menerima kenaikan itu sebagai sebuah kewajaran?

07 September 2009

Cerpen : SAUDARA SERUMPUN

Oleh : Heru Susetyo

I hate Indon!
Malingsia!
I hate Indon!
Malingsia!

Begitu tukar sapa Agung dan Rashid apabila berpapasan di kampus Thammasat University, Phra Chan, Bangkok. Agung adalah mahasiswa Indonesia yang mendapat beasiswa pemerintah Thailand untuk studi Master bidang Thai Studies. Sedang Rashid penerima beasiswa yang sama, namun ia berasal dari Johor, Malaysia. Agung dan Rashid ibarat kembar tidak identik. Ibarat Thompson dan Thomson dalam komik Tintin. Hidup di Bangkok, dimana sangat sedikit menemukan manusia berbahasa Melayu membuat mereka cepat akrab. Selalu pergi berdua ke mana-mana. Apabila mereka berbeda jenis kelamin, mungkin sudah terjadi cinta lokasi.

03 September 2009

Fakta Sejarah Dan Analisa Kepentingan Di Balik Kisruh Hubungan Indonesia-Malaysia

Oleh : Anwarsyah

Hubungan Indonesia dengan Malaysia akhir-akhir ini tampak semakin memanas. Intervensi wilayah sekitar perbatasan laut oleh Angkatan Laut Diraja Malaysia, kekalahan Indonesia atas kepemilikan pulau Sipadan dan Ligitan di Mahkamah Internasional, penganiayaan sejumlah TKI oleh beberapa oknum warga Malaysia, klaim obyek seni dan budaya Indonesia oleh pihak Malaysia dalam rangka promosi wisata kunjungan ke sana, dan yang terakhir adalah pelecehan lagu kebangsaan Indonesia Raya oleh pihak yang tidak dikenal, adalah sederetan fakta-fakta yang menunjukkan ada upaya terencana dan sistematis untuk memperburuk hubungan kedua negara.

31 Agustus 2009

Ulah Malaysia dan Ketidakpedulian Kita

Oleh Dr Oman Fathurrahman
Ketua Umum Masyarakat Pernaskahan Nusantara

Lagi-lagi kita tersentak! Malaysia mengusik rasa kepemilikan kita atas berbagai khazanah budaya yang sudah kita warisi secara turun-temurun. Kali ini,tari pendet Bali yang menjadi pemicunya.

Malaysia diyakini telah mengutil tarian itu dalam iklan Visit Malaysia Year 2009. Meski sudah ada permintaan maaf dari production house yang membuat iklan Enigmatic Malaysia itu, kita, kawan-kawan di Bali khususnya, telanjur sakit hati. Tak urung Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik, yang notabene orang Bali,meradang dibuatnya. Budayawan Mohammad Sobari bahkan menyerukan diambilnya protes keras dan aksi diplomatik nyata oleh Pemerintah RI!

29 Agustus 2009

Usut Tuntas Penjualan Pulau Indonesia

JAKARTA-- Munculnya berita penjualan tiga pulau di kawasan Mentawai, Sumatara Barat mengejutkan semua pihak. Atas kondisi tersebut Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (KIARA) mendesak agar kasusnya segera diusut tuntas.

Menurut Sekjen KIARA, M Riza Damanik, penjualan pulau-pulau ini mengisyaratkan gagalnya negara menjaga kedaulatan bangsa dan merupakan tindakan yang tak bisa dibenarkan dengan dalih apapun. Sejak Deklarasi Djuanda 1957 telah diingatkan pentingnya negara menjaga kedaulatan dan keselamatan anak bangsanya. Semestinya negara memaksimalkan upaya ini, bukan malah menjualnya.

26 Agustus 2009

Pelajaran Dari Klaim Tari Pendet oleh Malaysia : Kita Butuh Langkah Nyata

Oleh : Lucky Setiawan

Malaysia kembali mengklaim kekayaan budaya Indonesia. Untuk tarian saja, ini adalah kasus yang keempat, setelah "Tari Piring" dari Sumatera Barat, "Tari Reog Ponorogo" dari Jawa Timur dan "Tari Kuda Lumping" yang juga dari Jawa Timur. "Tari Pendet" dari Bali diklaim dengan dijadikan iklan pariwisata Malaysia.

Namun amat disayangkan ditengah situasi ini sejumlah aparat pemerintah saling menyalahkan atau sibuk membela diri, tetapi tidak ada yang melakukan langkah nyata.

New Page 14

Sign up for PayPal and start accepting credit card payments instantly.
PANDUAN VERIFIKASI AKUN PAYPAL ANDA KE REKENING BANK ANDA [KLIK DISINI]

Cari artikel, informasi di website dan atau di blog ini, seperti; foto (image), audio dan video dengan mesin Google berikut. Ketik keyword (kata kunci) dalam kotak, klik tombol "cari" pada form berikut :
Google
TIPs : Untuk mengotimalkan pemakaian mesin pencari "google.com" diatas, dapat Anda pelajari disini, silahkan klik: [http://zulfikri-kamin.blogspot.com/2008/07/tips-mengotimalkan-mesin-pencari.html] ----------