Menu Utama :


[PETA NUSANTARA] [RADIO HARAMAIN] [TV-ISLAM CHANNEL] [QIBLAT LOCATOR] [MUSIK DAN FILM] [SLIDE FOTO]

pemikiran dan analisis para pakar untuk pembangunan bangsa


18 Agustus 2008

Bangun Bangsa, Bangun Sekolah!

Oleh : ST SULARTO

Ketika sejumlah negara sudah menerapkan prinsip to build nation build schools, keputusan alokasi anggaran pendidikan 20 persen dari APBN 2009 dan APBD 2009 itu ibarat klimaks sekaligus antiklimaks drama perilaku politik.

Disebut klimaks, sebab kepastian terjadi setelah lima tahun sejak MPR menetapkan amandemen Pasal 31 UUD 1945 yang memprioritaskan anggaran pendidikan sekurangnya 20 persen dari APBN dan APBD. Amanat itu sesuai UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, diikuti keputusan Mahkamah Konstitusi dua hari sebelumnya, 13 Agustus 2008.

Antiklimaks, sebab keputusan itu menyisakan pekerjaan rumah yang amat besar dan rumit menyangkut kesiapan mengelola agar bisa efisien, efektif, dan bertanggung jawab. Sejak masyarakat berkali-kali mengingatkan, selalu ada suara sumbang tentang ketidakmampuan birokrasi departemen teknis.

Kasus upaya peningkatan mutu lewat ujian akhir nasional yang dari sisi pedagogis kurang bisa dipertanggungjawabkan, program sertifikasi yang ribut diwacanakan tetapi tidak diikuti langkah eksekusi cepat sesuai yang dijanjikan, dan masalah pengadaan buku pelajaran, kita sampaikan sebagai tiga contoh aktual berkaitan perlunya pembenahan birokrasi Depdiknas.

Catatan-catatan di atas menyertai kebanggaan Presiden yang mengatakan, ”Anggaran pendidikan telah meningkat hampir dua kali lipat dari Rp 78,5 triliun pada tahun 2005 menjadi Rp 154,2 triliun pada tahun 2008.”

Angka 20 persen dapat dipenuhi meskipun defisit anggaran harus dinaikkan sebesar Rp 20 triliun atau menjadi 1,9 persen dari produk domestik bruto (PDB). Jika 20 persen dari total belanja tahun depan Rp 1.122,2 triliun atau sebesar Rp 178,9 triliun, ditambah Rp 46,1 triliun, maka alokasi anggaran pendidikan tahun 2009 sebesar Rp 224 triliun.

Kisah tentang kelalaian

Selama lima tahun Pasal 31 UUD 1945 yang kemudian diamandemen itu merupakan pasal yang belum terpenuhi. Mahkamah Konstitusi pernah dituding tak konsisten, membiarkan anggaran tidak sesuai konstitusi.

Pemerintah dan DPR mencoba bersiasat. Pemenuhan dilakukan bertahap, bahkan sejak tahun lalu dimasukkan faktor gaji guru dalam alokasi anggaran Depdiknas, hal yang sama juga untuk APBN 2009. Anggaran pendidikan pun hanya dikelola oleh Depdiknas.

Kesepakatan pemenuhan secara bertahap dilakukan sejak 2004, yakni 6,6 persen pada 2004, sebesar 9,29 persen (2005), naik jadi 12,01 persen (2006), 14,68 persen (2007), sebesar 17,40 persen (2008), dan 20,10 persen (2009). Ketika pada APBN 2008 dimasukkan anggaran gaji guru pada pemenuhan 17,40 persen, sebenarnya anggaran untuk kegiatan pendidikan hanya sekitar 12 persen.

Yang terjadi kemudian sampai sekarang adalah kisah tentang kelalaian. Hampir separuh gedung SD dalam kondisi rusak berat dan 18 persen rusak ringan.

Akibat kelalaian itu pun terlihat dalam pencapaian partisipasi dalam sekolah, yang diperkirakan besarnya 95 persen (dicapai cepat lewat program wajib belajar), SMP dan sederajat hampir 72 persen, SMA dan sederajat sekitar 55 persen, dan sarjana strata-1 sekitar 17 persen. Angka buta huruf terjadi pertambahan pesat. Tetapi, dari sekitar 210 juta jiwa total penduduk Indonesia saat ini, 15 juta di antaranya buta huruf, bukanlah pencapaian yang menggembirakan. Singkatnya, indeks pembangunan manusia Indonesia tahun ini ada di peringkat ke-110 dari 117 negara.

Kondisi memprihatinkan praksis (praktik dan refleksi) pendidikan negeri ini tidak bisa ditimpakan ke pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla. Jauh sebelumnya, dimulai sejak menempatkan politik sebagai panglima maupun kemudian ekonomi, bahkan di era empat presiden penerusnya.

Mengacu pada pidato Presiden, alokasi anggaran 20 persen diperuntukkan rehabilitasi gedung sekolah, peningkatan mutu dan fasilitas sekolah, perbaikan kesejahteraan guru, dosen, dan peneliti, serta beasiswa. Apakah dengan demikian akan terjadi satu perubahan mendasar, besar-besaran, dan cepat? Katakan gedung-gedung sekolah yang sebagian di antaranya mirip ”kandang ayam” diperbaiki, fasilitas sekolah seperti buku tersedia lengkap dan gratis, kesejahteraan guru terjamin seperti pada era sebelum tahun 1960-an, beasiswa bagi anak-anak yang mampu secara akademis tetapi kurang mampu secara ekonomis, SPP gratis untuk tingkat pendidikan menengah ke atas?

Naiflah mengharapkan terjadi perubahan serentak. Sebagai sebuah pernyataan politik, pidato dan nota keuangan, dalam pelaksanaan butuh waktu, kondisi dan prasyarat untuk memenuhinya. Adalah naif ketika masalah anggaran lantas didekati sekadar dihabiskan, itu pun pada semester tahun ini Depdiknas termasuk dalam kelompok disclaimer menurut BPK. Masih banyak yang tersendat, entah karena faktor kesiapan dan kompetensi birokrasi maupun perasaan ”takut-takut” terkena jerat KPK sehingga lebih aman tidak berbuat apa-apa.

Sekadar contoh, kesejahteraan guru dan dosen, salah satu faktor perbaikan mutu anak didik dan praksis pendidikan. Ketika diumumkan kenaikan 15 persen bagi yang berstatus PNS pada Pidato Kenegaraan 2007 (tahun lalu), sampai sekarang pun masih ada yang belum menikmatinya. Ada rapelan? Tentu tidak! Singkat kata, ada proses panjang yang harus dilalui antara keputusan politik—anggaran pendidikan 20 persen dari APBN dan 20 persen APBD—dan realisasi di lapangan

”Cost and benefit”

Menggarisbawahi ”Tajuk Rencana” harian ini (Kompas, 16/8), keputusan politik yang menggembirakan itu mesti disyukuri, tetapi tak perlu mbungahi. Anggaran yang akan diberlakukan mulai 2009 masih menyisakan waktu mempersiapkan birokrasi yang kompeten, cekatan, jujur, dan bertanggung jawab. Uang yang akan dikelola dan dikucurkan bersifat transparan dan akuntabel.

Inilah pertama kali dalam sejarah pemerintah mengalokasikan anggaran pendidikan sebesar 20 persen dari total APBN 2009 ini sebesar Rp 985,9 triliun. Keputusan politik ini menyentuh langsung ke masyarakat banyak sehingga gampang terlihat sisi positif dan negatifnya. Masyarakat menjadi pengawas, selain BPK maupun KPK. Masyarakat menguji apakah sekadar janji kosong, yang realisasinya sangat tergantung dari pelaksanaan di lapangan, terutama birokrasi Depdiknas.

Prinsip umum agar anggaran bisa efisien dan efektif akan menjadi pedoman kerja Depdiknas. Cost and benefit, biaya yang memperhitungkan manfaat, menjadi acuan. Agar bisa melakukannya, dibutuhkan birokrat yang cukup dalam jumlah maupun mutu. Merekalah birokrat yang kompeten, yang dibebaskan dari kepentingan politik praktis.

Praksis pendidikan adalah humanisasi (pemanusiaan), bukan untung-rugi yang dihitung dari koridor input-output, apalagi hitung-hitungan ala saudagar, apalagi mendahulukan kekuatan uang dan posisi.

Sudah lama negeri ini menunggu keputusan politik yang memberi perhatian besar pada pengembangan SDM. Menurut Prof Soedijarto, ketika rata-rata anggaran pendidikan anggota Uni Eropa adalah 5 persen dari PDB, Indonesia merupakan yang terendah di Asia, yakni 1,4 persen (Landasan dan Arah Pendidikan Nasional Kita, 2008). Data itu relevan. Kini dengan angka sekitar 1,9 persen dari PDB pun Indonesia masih di bawah Thailand yang besarnya 5,0 persen, Jepang 7,0 persen, Malaysia 5,2 persen, Vietnam 2,8 persen, dan Nigeria 2,4 persen.

Perjalanan masih panjang. Mengalokasikan anggaran 20 persen dari APBN 2009 merupakan keputusan politik yang tepat dan inspiratif di tengah keterpurukan segala bidang. Negara maju di Asia seperti Korea Selatan, China, dan India adalah panutan bagaimana mereka membangun negara lewat membangun manusia. Dan itu di antaranya lewat pendidikan (sekolah), satu dari nilai-nilai kebudayaan progresif yang membawa suatu bangsa menjadi bangsa besar.

To build nation, build schools! Membangun bangsa, membangun manusia

Sumber : Kompas

16 Agustus 2008

Kembali ke Pancasila

Sri-Edi Swasono
(Guru Besar Universitas Indonesia)

Tatkala demokrasi dalam krisis, Bung Hatta mengajak kita kembali patuh menaati Pancasila sebagai filsafat negara kita. Pada 1960, tulisan Bung Hatta berjudul Demokrasi Kita yang diterbitkan oleh majalah Pandji Masjarakat mengegerkan perpolitikan Indonesia. Akibatnya, kebebasan Bung Hatta dipasung, dilarang memberikan kuliah di UGM dan di universitas lainnya. Dr Hamka sebagai pimpinan Majalah Pandji Masjarakat ditangkap dan dipenjarakan. Dikeluarkan pula larangan untuk membaca, menyebarkan, dan menyimpan Demokrasi Kita.

Inti dari tragedi 1960 itu adalah kecemasan Bung Hatta tentang demokrasi Indonesia yang terancam. Terjadinya krisis demokrasi atau demokrasi dalam krisis. ".... Demokrasi yang tidak kenal batas kemerdekaannya lupa syarat-syarat hidupnya dan melulu menjadi anarki lambat laun akan digantikan oleh diktator. Ini adalah hukum besi daripada sejarah dunia...." Demikian ditegaskan Bung Hatta setelah menjelaskan latar belakang mengapa tindakan Bung Karno yang menyimpang jauh dari dasar-dasar konstitusi itu adalah akibat dari krisis demokrasi.

Ada terselip dalam Demokrasi Kita kata-kata Hatta: "Bagi saya yang lama bertengkar dengan Soekarno tentang bentuk dan susunan pemerintahan yang efisien, ada baiknya diberikan change dalam waktu yang layak kepada Presiden Soekarno untuk mengalami sendiri, apakah sistemnya itu akan menjadi suatu sukses atau suatu kegagalan.

Ada ukuran yang objektif yang akan menentukan dalam hal ini, yaitu tercapailah atau tidak kemakmuran rakyat dengan itu, kemakmuran rakyat yang Soekarno sendiri juga menciptakan- nya dengan sepenuh-penuh fantasinya...."

Bapak Kedaulatan

Mari kita renungkan apa yang dikatakan Bung Hatta pada edisi pertama Daulat Ra'jat 20 November 1931: "...Bagi kita, ra'jat itoe jang oetama, ra'jat oemoem, jang mempoenjai kedaoelatan, kekoeasaan (souvereiniteit). Karena ra'jat itoe djantoeng hati Bangsa. Dan ra'jat itoelah jang mendjadi oekoeran tinggi rendahnja deradjat kita. Dengan ra'jat itoe kita akan naik dan dengan ra'jat itoe kita akan toeroen. Hidoep mati-nja Indonesia Merdeka semoeanja itoe tergantoeng pada semangat ra'jat. Pengan- djoer-pengandjoer dan golongan kaoem terpeladjar baroe ada berarti, kalaoe dibelakangnja ada ra'jat jang sadar dan insjaf akan kedaoelatan dirinja...."

Sikap dan akhlak demokrasi Bung Hatta yang sedemikian itu membuatnya mudah menerima dan mendukung Pancasila.

"Kita telah menyatakan Pancasila sebagai filsafat atau ideologi Negara, yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa, Perikemanusiaan, Persatuan Indonesia, Kerakyatan, dan Keadilan Sosial. Dasar yang tinggi-tinggi ini dirasakan perlu sebagai bimbingan untuk melaksanakan kewajiban moral yang berat itu."

Pengakuan di muka Tuhan akan berpegang pada Pancasila itu tidak mudah diabaikan. Dan di situ pulalah terletak jaminan bahwa demokrasi tidak akan lenyap di Indonesia. "Jika diperhatikan benar-benar, Pancasila terdiri atas dua fundamen. Pertama, fundamen moral, yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa. Dan kedua, fundamen politik, yaitu Perikemanusiaan, Persatuan Indonesia, Kerakyatan, dan Keadilan Sosial."

"Dengan meletakkan dasar moral di atas diharapkan oleh mereka yang membuat pedoman Negara ini, supaya negara dan pemerintahnya memperoleh dasar yang kokoh, yang memerintahkan kebenaran, keadilan, kebaikan, kejujuran, serta persaudaraan ke luar dan ke dalam. Dengan politik pemerintahan yang berdasar kepada moral yang tinggi diharapkan tercapainya suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia."

Bagi Bung Hatta demokrasi dalam sistem Pancasila bukanlah demokrasi-demokrasian atau demokrasi sebagai topeng belaka. Ia adalah demokrasi yang harus diberkati oleh Tuhan Yang Maha Esa.

Nepotisme Kepartaian

Betapapun Bung Hatta menyadari kalau di negeri-negeri yang sudah lama menjalankan demokrasi masih terdapat perbuatan menyalahgunakan kekuasaan, apalagi dalam negeri yang masih muda seperti Indonesia. Dikatakannya, bagi beberapa golongan menjadi partai pemerintah berarti "membagi rezeki". Golongan sendiri dikemukakan, masyarakat dilupakan.

Seorang menteri memperoleh tugas dari partainya untuk melakukan tindakan-tindakan yang menguntungkan partainya. Seorang menteri perekonomian, misalnya, memberikan lisensi dengan bayaran yang tertentu untuk kas partainya. Dalam pembagian lisensi itu, pedagang orang yang separtai didahulukannya. Untuk biaya pemilihan umum, partai dijadikan tujuan dan Negara menjadi alatnya. Petualangan politik dan ekonomi, serta manusia profetir maju ke muka. Segala pergerakan dan semboyan nasional diperalatkan mereka. Partai-partai politik ditungganginya untuk anarki dalam politik dan ekonomi. Kelanjutannya, korupsi dan demoralisasi merajalela.

Begitu hebatnya partai-partai menyalahgunakan kekuasaan, melakukan sistem klik ugal-ugalan, dan money politics untuk mengorupsi uang publik demi kepentingan partai. Sampai-sampai, kata Bung Hatta, mengabaikan kaidah besi administrasi negara, yaitu prinsip the right man in the right place. Akibatnya negara dikelola oleh kabinet koalisi dan birokrasi publik medioker hasil nepotisme kepartaian yang mengkucar-kacirkan penyelenggaraan negara.

Apa yang terjadi saat ini terulang, mirip apa yang diprihatinkan oleh Bung Hatta, sebagaimana dilukiskan dalam Demokrasi Kita, "daulat rakyat" telah diambil-oper "daulat partai", meskipun pada tahun-tahun menjelang 1960 anggota-anggota partai di DPR belum seganas ini dalam melakukan korupsi dan demoralisasi belum sedemikian nista seperti sekarang.

Namun, ajakan Bung Hatta pada 1960 untuk selekasnya kembali kepada Pancasila amatlah relevan. Pancasila merupakan "asas bersama" bagi bangsa kita yang pluralistik dan multikultural, sehingga yang berbeda-beda bisa menjadi satu karena sama- sama berada di bawah lindungan Pancasila yang merupakan platform kebersamaan atau common denominator. Lebih dari itu Pancasila adalah substansi yang harus mengisi tugas kenegaraan kita melaksanakan nation and character building bangsa yang berharga-diri dan bermartabat.

Kaidah Mulia Kita

"Demikianlah harapan kaum idealis yang merumuskan filsafat Negara dan UUD 1945 dalam saat yang bersejarah yang menentukan nasib bangsa. Satu ciptaan mungkin terlalu tinggi bagi manusia biasa melaksanakannya, tetapi sebagai pegangan untuk menempuh jalan yang baik sangat diperlukan, manakala kesasar sewaktu-waktu dalam perjalanan, karena kealpaan atau digoda hawa nafsu ada terasa senantiasa desakan gaib yang membimbing kembali ke jalan yang benar."

Tentulah benar apa yang dikemukakan Bung Hatta, ini merupakan kaidah terlalu tinggi bagi para preman (villains) yang saat ini dengan mudahnya masuk ke dalam jajaran pimpinan negara.
Adalah kewajiban dari pemerintah saat ini tidak saja sekadar menggebu-gebu memekikkan "Bersama Kita Bisa", tetapi harus memekikkan kembali "Pancasila Dasar Negara". Mari kita menyanyikan lagi "Garuda Pancasila", "Pancasila pribadi bangsaku, ayo maju-maju, ayo maju-maju, ayo-ayo maju".

Sumber : Suara Pembaruan Daily

02 Agustus 2008

Rekaman Kotak Hitam Adam Air


Cerita kelam kotak hitam.
Kisah yang sesungguhnya pada Adam Air tersimpan dikotak hitam pesawat. Inilah yang dicatatnya..

Rekaman suara kokpit:
Suara pilot, kopilot, kru kopilot, kru kokpit lain hingga bunyi tuas.

Rekaman data penerbangan:
Ketinggian, kecepatan angin/pesawat, arah, tenaga mesin, posisi pesawat,hingga kecepatan mendaki/menuki.

Rekan-rekan sekalian, kita tidak tahu kapan hidup ini akan berakhir.Barangka li juga ketika kita dalam pesawat seperti saudara-saudara yang naik AdamAir dulu.Hanya Allah yang tahu. Rekaman ini katanya diambil dari kotak hitam Adam Air. Semoga menunjukkan pada kita bahwa manusia itu cenderung untuk belajar dan melakukan try-error. Yang rupanya masih merupakan metode yang sangat banyak kita gunakan. Allah lah yang mengizinkan sesuatu untuk terjadi ataupun tidak.

Sumber : YouTube

24 Juli 2008

Mari, Kupoles Senyum Sinismu...

Oleh Budi Suwarna

Apa yang ada dalam pemikiran para politikus kita sehari-sehari? Nasib bangsa dan cara mengatasi krisis? Kalau itu yang Anda bayangkan, Anda keliru besar. Mereka sibuk memikirkan cara tersenyum dan cara tampil elegan di depan rakyat. Dana triliunan rupiah dihabiskan untuk urusan citra diri. Inilah politik kontemporer Indonesia, yang barangkali tidak ada dalam silabus perkuliahan ilmu-ilmu politik.

Soal memoles senyum itu dilakukan seorang calon gubernur (cagub) yang kini sudah terpilih sebagai gubernur. Berdasarkan hasil penelaahan sebuah konsultan pencitraan, senyum sang cagub kelihatan sinis. Ini dianggap kelemahan besar. Konsultan pun menata senyum sinis sang cagub sedemikian rupa agar tampak manis dan bisa memikat hati calon pemilih.

Seorang calon wakil presiden tahun 2004 juga memanfaatkan jasa konsultan penampilan. Hasil kajian konsultan menemukan, sang politikus itu jika berbicara sering mengacungkan telunjuk setinggi dahi. Gerakan seperti itu terkesan menggurui. Karena itu, konsultan meminta dia menurunkan telunjuknya hingga sebatas dada saja ketika berbicara agar tampak bersahabat.

Kebetulan politikus itu bertubuh kecil sehingga jika dia duduk berdampingan dengan pasangannya yang bertubuh tinggi dan besar, dia tampak tenggelam dan kalah wibawa. Untuk mengatasi hal itu, konsultan mengganjal kursi sang politikus agar tubuhnya sejajar dengan pasangannya.

Begitulah. Dunia politik Indonesia kini telah memasuki era yang benar-benar baru di mana pencitraan menjadi begitu penting. Bagaimana itu terjadi?

Ini berkaitan dengan perubahan politik di Indonesia. Setelah sistem pemilu langsung dijalankan, rakyat memiliki otonomi untuk menentukan pilihannya. Karena itu, para politikus merasa harus populer di mata rakyat. Cara yang paling efektif untuk meraih popularitas adalah tampil di media massa.

Rizal Mallarangeng, pendiri perusahaan konsultan strategi dan politik Foxindonesia, mengatakan, biaya untuk menjangkau kesadaran publik melalui media massa berkisar Rp 1-Rp 5 per kapita. Jika menggunakan pawai dan sejenisnya, biayanya membengkak menjadi Rp 1.000 sampai tak terhingga per kapita.

Layanan penuh

Era politik kemasan ini menjadi ladang bisnis baru bagi sejumlah agen pencitraan. Hotline Advertising, misalnya, melayani proyek pencitraan dari hulu sampai hilir, mulai dari pemetaan kelemahan dan kekuatan klien, perumusan konsep iklan, pembuatan tag line (slogan), pembuatan materi iklan, penempatan iklan di media, manajemen isu, hingga pengaturan acara klien.

Chief Executive Officer (CEO) Hotline Advertising Subiakto Priosoedarsono mengatakan, pihaknya terjun ke bisnis ini setelah menangani pasangan capres-cawapres Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)-Jusuf Kalla tahun 2004. Hotline membuatkan konsep iklan dan mengeksekusinya hingga mengatur kegiatan pasangan itu.

”Kami mengatur SBY-Kalla harus sarapan di mana dan dengan siapa. Kami juga mengatur kapan dia harus salaman, kapan bicara, kapan menjawab pertanyaan, kapan diam,” kata Subiakto.

Untuk memastikan strategi pencitraan itu jalan, Subiakto menempatkan orangnya di lingkaran dalam selama 24 jam penuh. ”Setiap hari kami mengevaluasi dan mengingatkan klien. Kami kadang tidak tidur,” kata Subiakto ketika ditemui di kantornya di Jalan Wolter Monginsidi, Jakarta Selatan, Rabu (16/7).

Hal yang sama dilakukan Subiakto ketika menangani pencitraan dan strategi komunikasi Fauzi Bowo. Bahkan, Hotline ikut memutar otak ketika Fauzi akan mengikuti debat calon. ”Kami memanggil 20 ahli dari berbagai bidang untuk terlibat dalam simulasi debat. Mereka melatih Fauzi agar bisa menjawab berbagai pertanyaan. Kalau ditanya begini, jawabnya begini,” katanya.
Foxindonesia yang baru berdiri enam bulan juga memberikan layanan yang kurang lebih sama. Sejauh ini, perusahaan yang berkantor di Jalan Irian, Menteng, Jakarta, itu telah menangani pencitraan Ketua Umum Partai Amanat Nasional Sutrisno Bachir, calon gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin, pasangan cagub/cawagub Jawa Timur Soekarwo-Syaifullah Yusuf, dan iklan beberapa politikus lain.

Ada lagi pemain besar lain, yakni Lingkaran Survei Indonesia yang dipimpin Denny JA. Perusahaan ini memberikan layanan mulai dari survei opini publik, mobilisasi opini, pembentukan citra, hingga pembuatan konsep iklan. Sejumlah politikus yang pernah menggunakan jasa LSI untuk pencitraan antara lain Wiranto, Fauzi Bowo, dan I Made Mangku Pastika (baru terpilih sebagai Gubernur Bali).

Di luar pemain besar, ada pemain-pemain kecil yang beroperasi secara individu. Salah seorang di antaranya adalah Harry Tjahjono, penulis naskah sinetron laris Si Doel Anak Betawi. Dia pernah menggarap strategi pencitraan Rano Karno ketika akan mencalonkan diri sebagai wagub DKI Jakarta tahun 2007. Dia juga pernah membuatkan iklan cagub Jatim Achmady beberapa bulan lalu.

Bisnis seksi

Maklum jika banyak orang masuk ke bisnis ini. Pasalnya, duit yang berputar untuk proyek pencitraan politik jumlahnya besar sekali. Lebih seksi lagi karena semua pembayaran dilakukan secara tunai.

Subiakto menjelaskan, pada tahun 2007, dari Rp 40 triliun belanja iklan, Rp 10 triliun di antaranya diperoleh dari iklan politik. Dia yakin, nilai belanja iklan, termasuk iklan politik, akan melonjak 2-3 kali lipat tahun depan.

Dia mengaku telah merasakan gurihnya iklan politik. Nilai proyek pencitraan SBY-Kalla yang ditanganinya, kata Subiakto, mencapai Rp 30 miliar. Ketika menangani Fauzi Bowo dalam pemilihan gubernur DKI Jakarta, nilai kontraknya sekitar Rp 20 miliar. Keuntungan dari bisnis ini berkisar 10-20 persen.

”Itu baru yang masuk ke Hotline, yang masuk ke media massa dan perusahaan lain belum dihitung,” katanya.

Irfan Wahid dari 25 Frames Production yang biasa menangani iklan politik mengatakan, seorang politikus biasanya menghabiskan dana antara Rp 5 miliar hingga Rp 10 miliar per bulan untuk membiayai pemasangan iklan di televisi dan media cetak. Untuk politikus daerah yang bertarung dalam pemilihan kepala daerah (pilkada), dana yang mereka keluarkan untuk memasang iklan berkisar Rp 1 miliar hingga Rp 5 miliar per bulan.

”Itu di luar biaya pembuatan materi iklan,” kata Irfan Wahid yang menangani pembuatan iklan Sutrisno Bachir dan Dede Yusuf. Dia mengatakan, biaya pembuatan iklan Soetrisno yang ditanganinya semuanya sekitar Rp 2 miliar, sedangkan Dede Yusuf Rp 1 miliar.

Andi Zulkarnain Mallarangeng, CEO Foxindonesia, memperkirakan masa depan bisnis ini sangat cerah. Dia berhitung, di Indonesia ada 440 kabupaten dan kota dan 33 provinsi. Dengan demikian, dalam lima tahun ada sekitar 473 pemilihan kepala daerah. Belum lagi pemilihan anggota parlemen nasional dan lokal.

”Katakanlah rata-rata ada 100 pemilu dalam setahun. Jika setiap pilkada diikuti setidaknya tiga pasang calon, maka ada 300 pasang. Jika setiap pasang menghabiskan uang paling sedikit Rp 1 miliar untuk pencitraan, dalam setahun uang yang beredar sekitar Rp 300 miliar. Kenyataannya kan setiap pasangan bisa menghabiskan bermiliar-miliar rupiah,” katanya sambil senyum.

Pasar lain yang bisa digarap adalah partai yang jumlahnya puluhan. Mereka pasti membutuhkan pembentukan citra, penguatan citra, reposisi citra, dan sosialisasi partai. Andi memperkirakan setidaknya 15-20 partai mulai menyosialisasikan partainya mulai Agustus 2008.

Dari mana para politikus bisa mendapat uang dalam jumlah besar untuk pencitraan? Andi tersenyum dan menjawab, ”... kan ada pengusaha, Bos.”

Sumber : Kompas, Minggu 23/07/08

TABU HILANG, AKAL SEHAT BELUM DATANG

Tabu dalam kosakata bahasa inggris adalah Taboo, artinya larangan, Tabu dalam bahasa indonesia rasanya berarti sama, larangan melakukan sesuatu dan jika dilanggar akan kena sangsi yang disebut kualat.

Tabu berserakan di bumi Nusantara ini meskipun ada yang menganggap tahayul percaya kepada Tabu dan dianggap berdosa, seperti bermain jarum saat menjelang matahari terbenam, menjadikan bantal sebagai tempat duduk dan yang paling relevan saat ini adalah melarang menebang pohon di daerah tertentu.

Tabu sebagai produk kearifan leluhur

Tabu sebagai kearifan leluhur berbagai puak di Indonesia, dari Sunda, Jawa, Badui, Dayak, Papua dan seterusnya. Suku Badui tabu mandi menggunakan sabun dan menggunakan paku logam untuk membangun rumah, dahsyat bukan ? Tabu atau "teumenang" terberat adalah menebang pohon di hutan larangan, yang biasanya adalah sumber air untuk seluruh suku. Umumnya tabu masa lalu dapat dijelaskan secara rasional dan tabu masa kini, keseringan mengudap mi instan karena mengandung lilin, sulit dijelaskan.

Menebang pohon besar yang berusia ratusan tahun biasanya ditabukan, bahkan ada ancaman bisa mengancam nyawa si penebang segala. Tabu ini menemukan alasan logis, karena sungguh tak bermoral menebang sebuah pohon yang dengan susah payah hidup ratusan tahun dan memberi kehidupan kepada begitu banyak mahluk hidup, apalagi jika itu pohon satu satunya yang terbesar di tanah itu.

Ketika suku badui melarang penggunaan sabun mandi dan mencuci, hal itu dapat dijelaskan, karena akan mengakibatkan pencemaran dan larangan menebang pohon di sumber air adalah cara untuk melindungi ekosistim agar air tanah tersimpan dengan baik. Bayangkan jika suku ini tidak memiliki tabu yang mereka ikuti dengan taat, pasti sudah ratusan tahun lalu punah kekurangan air.

Tabu hilang akal sehat belum datang

Tabu saat ini pelan tapi pasti menghilang, pohon raksasa dengan enteng dan tanpa rasa takut kualat, ditebangi. Hutan larangan dijarah dan dengan pasti pula sumber air meredup. Produk teknologi dan keberanian melanggar tabu dengan alasan memerangi takhayul dan diperkuat dengan alasan akal sehat menghancurleburkan tabu ini.

Ketika Tabu hilang, pendidikan dianggap mampu menyelesaikan persoalan dan membuat anak bangsa lebih rasional memandang persoalan, sehingga saat produk pendidikan dan iptek sudah ter internalisasi, maka tanpa tabu pun keseimbangan alam dapat dipertahankan. Tetapi apa lacur, kecepatan hilangnya tabu, tidak sejalan dengan internalisasi iptek dan perilaku berdasar akal sehat.

Hal ini mungkin disebabkan proses pendidikan dan internalisasi iptek itu sendiri tidak bertujuan membuat manusia lebih rasional dalam melihat relasi alam dan manusia, atau pendidikan dan internalisasi iptek salah arah, hanya memfokuskan diri pada kedigdayaan umat manusia atas alam serta yang paling picik, hanya untuk kebutuhan tenaga kerja terampil, alat produksi.

Manusia yang terdidik dan konon sudah memiliki akal sehat mulai mengikis tabu dengan sangat cepat, namun akal sehat manusia tidak mampu menggantikan kedigdayaan tabu dalam mencegah manusia jaman dulu mengekploitasi alam.

Apakah tahayul menghilang pula, ternyata tidak. Meski tabu sudah raib, tetapi manusia masih percaya tahayul dan masih bersikap tidak rasional. Mereka masih percaya dengan tawaran bisnis yang keuntungannya melebihi keuntungan rentenir. Masih pula percaya dengan perdukunan yang umumnya adalah penipuan, bahkan saat pilkada dan pilpres, dukun politik laku keras.

Ketiadaan tabu mengakibatkan banyak sekali keseimbangan alam dilanggar, sehingga kekeringan, banjir, tanah longsor, kelaparan terjadi tanpa kendali. Akal sehat yang belum datang, tidak mampu mengendalikan bahkan menyelesaikan semua persoalan tersebut.

Tabu hilang, akal sehat belum datang.

Jakarta
14 Juli 2008

Sumber : Millist CFBE

16 Juli 2008

Tips; Mengotimalkan Mesin Pencari "google.com"

Mesin pencari Google sangat efektif untuk mencari apa saja di internet dengan waktu dan teknik yang bisa disebut "tepat".

Berikut beberapa tips yang dapat Anda lakukan :
  1. Untuk mencari dokomen yang ditulis dalam microsof exel, ketikan di dalam kotak pencarian google seperti di atas (dalam blog saya ini) dimulai denagan kata:
    filetype:xls + nama data (key word) yang anda inginkan
  2. Untuk mencari data dokumen yang ditulis dengan microsoft word, ketikan di dalam kotak pencari google seperti ditas dimulai dengan kata :
    filetype:doc + nama dokumen (key word) yang anda inginkan
  3. Untuk mencari data dokumen presentasi yang ditulis dengan microsoft power point, ketikan di dalam kotak pencari google seperti ditas dimulai dengan kata :
    filetype:ppt + nama dokumen (key word) presentasi yang anda inginkan
  4. Untuk mencari dokumen yang tertulis dalam format adobreader atau acrobatreader (pdf), ketikan di dalam kotak pencari google seperti ditas dimulai dengan kata :
    filetype:pdf + nama dokumen (key word) yang anda inginkan
Dibawah ini akan dijelaskan tentang perintah khusus dan pengertian serta penggunaan dari tiap–tiap perintah untuk mendapatkan informasi tersembunyi dan sangat penting.

"Intitle:" adalah sintaks perintah untuk membatasi pencarian yang hanya menghasilkan judul yang mengandung informasi pada topik yang dimaksud.

Sebagai contoh pada pencarian, “intitle:password admin “ (tanpa tanda kutip). Pencarian akan mencari page yang mengandung kata “password“ sebagai judulnya dengan prioritas utama “admin” .Jika pada pencarian terdapat dua query pencarian utama, digunakan sintaks allintitle: untuk pencarian secara lengkap. Sebagai contoh pada pencarian “allintitle:admin mdb”. Maka pencarian akan dibatasi pada dua subjek utama judul yaitu “admin” dan “mdb”.

“inurl:” ialah sintaks perintah untuk membatasi pencarian yang hanya menghasilkan semua URL yang hanya berisi kata kunci informasi yang dimaksudkan. Sebagai contoh pencarian dalam pencarian,”inurl : database mdb”. Pencarian akan menghasilkan semua URL yang hanya mengandung informasi tentang “database mdb “.

Hal yang sama juga berlaku pada sintaks ini, jika terdapat dua query pencarian utama, digunakan sintaks “allinurl:” untuk mendapatkan list url tersebut. Sebagai contoh pencarian “allinurl: etc/passwd“ , pencarian akan menghasilkan URL yang mengandung informasi tentang “etc” dan “passwd”. Tanda garis miring slash (“/”) diantara dua kata etc dan passwd akan diabaikan oleh mesin pencari Google.

“site:” ialah sintaks perintah untuk membatasi pencarian suatu query informasi berdasarkan pada suatu situs atau domain tertentu. Sebagai contoh pada pencarian informasi: “waveguide site:itb.ac.id” (tanpa tanda kutip). Pencarian akan mencari topic tentang waveguide pada semua halaman yang tersedia pada domain itb.ac.id.

“cache:” akan menunjukkan daftar web yang telah masuk kedalam indeks database Google.

Sebagai contoh:

“cache:deffcon.org”, pencarian akan memperlihatkan list yang disimpan pada Google untuk page deffcon.org

“filetype:” ialah sintaks perintah pada Google untuk pencarian data pada internet dengan ekstensi tertentu (i.e. doc, pdf or ppt etc). Sebagai contoh pada pencarian :

“filetype:doc site:go.id confidental” ( tanpa tanda kutip). Pencarian akan menghasilkan file data dengan ekstensi “.doc” pada semua domain go.id yang berisi informasi “confidential”.

“link:” ialah sintaks perintah pada Google yang akan menunjukkan daftar list webpages yang memiliki link pada webpage special. Sebagai contoh:“link:www.securityfocus.com” akan menunjuukan daftar webpage yang memiliki point link pada page SecurityFocus.

“related:” sintaks ini akan memberikan daftar web pages yang serupa dengan web page yang di indikasikan. Sebagai contoh: “related:www.securityfocus.com”, pencarian akan memberi daftar web page yang serupa dengan homepage Securityfocus.

“intext:” sintaks perintah ini akan mencari kata kata pada website tertentu. Perintah ini mengabaikan link atau URL dan judul halaman. Sebagai contoh :“intext:admin” (tanpa tanda petik), pencarian akan menghasilkan link pada web page yang memiliki keyword yang memiliki keyword admin.

Pada kesempatan ini dipaparkan bagaimana penggunaan sintaks “index of” untuk mendapatkan hubungan pada webserver dengan direktori indeks browsing yang dapat diakses.. Hal tersebut merupakan sumber informasi yang sederhana dapat diperoleh, akan tetapi isi dari informasi seringkali merupakan informasi yang sangat penting. Informasi tersebut dapat saja berupa password akses atau data transaksi online dan hal yang sangat penting lainnya. Dibawah ini merupakan beberapa contoh penggunaan sintaks “ indeks of” untuk mendapatkan informasi yang penting dan sensitive sifatnya.

ex :

Index of /admin
Index of /passwd
Index of /password
Index of /mail
"Index of /" +passwd
"Index of /" +password.txt
"Index of /" +.htaccess
"Index of /secret"
"Index of /confidential"
"Index of /root"
"Index of /cgi-bin"
"Index of /credit-card"
"Index of /logs"
"Index of /config"
"Index of /admin.asp"
"Index of /login.asp"

Sintaks “inurl:” atau “allinurl:” dapat dikombinasikan dengan sintaks yang lainnya seperti pada daftar dibawah ini :

inurl: /cgi-bin/cart32.exe
inurl:admin filetype:txt
inurl:admin filetype:db
inurl:admin filetype:cfg
inurl:mysql filetype:cfg
inurl:passwd filetype:txt
inurl:iisadmin
inurl:auth_user_file.txt
inurl:orders.txt
inurl:"wwwroot/*."
inurl:adpassword.txt
inurl:webeditor.php
inurl:file_upload.php
inurl:gov filetype:xls "restricted"
index of ftp +.mdb allinurl:/cgi-bin/ +mailto allinurl:/scripts/cart32.exe
llinurl:/CuteNews/show_archives.php
allinurl:/phpinfo.php
allinurl:/privmsg.php
allinurl:/privmsg.php
inurl:cgi-bin/go.cgi?go=*
allinurl:.cgi?page=*.txt
allinurul:/modules/My_eGallery

Penggunaan lain dari sintaks “intitle:” atau “allintitle:” yang dikombinasikan dengan sintaks lainnya antara lain :

intitle:"Index of" .sh_history
intitle:"Index of" .bash_history
ntitle:"index of" passwd
intitle:"index of" people.lst
intitle:"index of" pwd.db
intitle:"index of" etc/shadow
intitle:"index of" spwd
intitle:"index of" master.passwd
intitle:"index of" htpasswd
intitle:"index of" members OR accounts
intitle:"index of" user_carts OR user_cart
allintitle: sensitive filetype:doc
allintitle: restricted filetype :mail
allintitle: restricted filetype:doc site:gov
allintitle:*.php?filename=*
allintitle:*.php?page=*
allintitle:*.php?logon=*

Dibawah ini ada beberapa contoh kasus:
(silahkan mencoba...segala resiko berkenaan dengan security website yang dituju...merupakan tanggung jawab masing-masing)

Operator dasar

+, -, ~ , ., *, “”, , OR

Operator tambahan

allintext:, allintitle:, allinurl:, bphonebook:, cache:, define:, filetype:, info:, intext:, intitle:, inurl:, link:, phonebook:, related:, rphonebook:, site:, numrange:, daterange

Extensi yang dapat dicari:
HyperText Markup Language (html)
Microsoft PowerPoint (ppt)
Adobe Portable Document Format (pdf)
Microsoft Word (doc)
Adobe PostScript (ps)
Microsoft Works (wks, wps, wdb)
Lotus 1-2-3 (wk1, wk2, wk3, wk4, wk5, wki, wks, wku)
Microsoft Excel (xls)
Microsoft Write (wri)
Lotus WordPro (lwp)
Rich Text Format (rtf)
MacWrite (mw)
Shockwave Flash (swf)
Text (ans, txt)

Pencarian berdasarkan range
komputer Rp5000000..7000000

Pencarian gaji
Salary filetype: xls site: edu
Salary filetype: xls site: edu

Informasi financial
Filetype: xls “checking account” “credit card” -intext: Application -intext: Form
Intitle: “Index of” finances.xls

Mencari inbox e-mail
Intitle: Index.of inurl: Inbox (456) (mit mailbox)
Intitle: Index.of inurl: Inbox (inurl: User OR inurl: Mail) (220)

Mendeteksi OS
"Microsoft-IIS/5.0 server at”
Intitle: “Welcome to Windows 2000 Internet Services” IIS 5.0
Intitle: Test.Page.for.Apache seeing.this.instead
Intitle: Test.page “SSL/TLS-aware”

Mencari password
Inurl: etc inurl: passwd
Intitle: “Index of..etc” passwd
"# -FrontPage-" inurl: service.pwd
Inurl: admin.pwd filetype: pwd
Filetype: inc dbconn
Filetype: inc intext: mysql_connect
Filetype: ini +ws_ftp +pwd
Filetype: log inurl: “password.log”

Mencari User Name
+intext: "webalizer" +intext: “Total Usernames” +intext: “Usage Statistics for”

Mencari License Key
Filetype: lic lic intext: key

Sensitve Directories Listing
Intitle: “Index of” cfide
Intitle: index.of.winnt
Intitle: “index of” iissamples

KATA KATA KUNCI MENDAPATKAN USERNAMES
———————————————————
KATA KUNCI KETERANGAN
———————————————————
inurl:admin inurl: userlist Generic userlist files
———————————————————
inurl:admin filetype: asp Generic userlist files
inurl:userlist
———————————————————
inurl: Half-life statistics file, lists username and
hlstats intext: other information
Server Username
———————————————————
filetype:ctl
inurl:haccess. Microsoft FrontPage equivalent of htaccess
ctl Basic shows Web user credentials
———————————————————
filetype:reg
reg intext: Microsoft Internet Account Manager can
———————————————————
”internet account manager” reveal usernames and more
filetype:wab wab Microsoft Outlook Express Mail address
books
———————————————————
filetype:mdb inurl:profiles Microsoft Access databases containing
profiles.
———————————————————
index.of perform.ini mIRC IRC ini file can list IRC usernames and
other information
———————————————————
inurl:root.asp?acs=anon Outlook Mail Web Access directory can be
used to discover usernames
———————————————————
filetype:conf inurl:proftpd. PROFTP FTP server configuration file
conf –sample reveals username and server information
———————————————————
filetype:log username putty PUTTY SSH client logs can reveal usernames and server information
———————————————————
filetype:rdp rdp Remote Desktop Connection files reveal user credentials
———————————————————
intitle:index.of UNIX bash shell history reveals commands
.bash_history typed at a bash command prompt; usernames
are often typed as argument strings
———————————————————
intitle:index.of UNIX shell history reveals commands typed at
.sh_history a shell command prompt; usernames are
often typed as argument strings
———————————————————
“index of ” lck Various lock files list the user currently using
a file
———————————————————
+intext:webalizer +intext: Webalizer Web statistics page lists Web user-
Total Usernames +intext: names and statistical information
”Usage Statistics for”
———————————————————
filetype:reg reg HKEY_ Windows Registry exports can reveal
CURRENT_USER username usernames and other information
———————————————————

TABEL KATA-KATA KUNCI MENDAPATKAN PASSWORD

———————————————————
KATA KUNCI KETERANGAN
———————————————————
inurl:/db/main.mdb ASP-Nuke passwords
———————————————————
filetype:cfm “cfapplication ColdFusion source with potential passwords
name” password
———————————————————
filetype:pass dbman credentials
pass intext:userid
———————————————————
allinurl:auth_user_file.txt DCForum user passwords
———————————————————
eggdrop filetype:user user Eggdrop IRC user credentials
———————————————————
filetype:ini inurl:flashFXP.ini FlashFXP FTP credentials
———————————————————
filetype:url +inurl:”ftp://” FTP bookmarks cleartext passwords
+inurl:”@”
———————————————————
inurl:zebra.conf intext: GNU Zebra passwords
password -sample -test
-tutorial –download
———————————————————
filetype:htpasswd htpasswd HTTP htpasswd Web user credentials
———————————————————
intitle:”Index of” “.htpasswd” HTTP htpasswd Web user credentials
“htgroup” -intitle:”dist”
-apache -htpasswd.c
———————————————————
intitle:”Index of” “.htpasswd” HTTP htpasswd Web user credentials
htpasswd.bak
———————————————————
“http://*:*@www” bob:bob HTTP passwords (bob is a sample username)
———————————————————
“sets mode: +k” IRC channel keys (passwords)
———————————————————
“Your password is * Remember IRC NickServ registration passwords
this for later use”
———————————————————
signin filetype:url JavaScript authentication credentials
———————————————————
LeapFTP intitle:”index.of./” LeapFTP client login credentials
sites.ini modified
———————————————————
inurl:lilo.conf filetype:conf LILO passwords
password -tatercounter2000
-bootpwd –man
———————————————————
filetype:config config intext: Microsoft .NET application credentials
appSettings “User ID”
———————————————————
filetype:pwd service Microsoft FrontPage Service Web passwords
———————————————————
intitle:index.of Microsoft FrontPage Web credentials
administrators.pwd
———————————————————
“# -FrontPage-” Microsoft FrontPage Web passwords
inurl:service.pwd
ext:pwd inurl:_vti_pvt inurl: Microsoft FrontPage Web passwords
(Service authors administrators)
———————————————————
inurl:perform filetype:ini mIRC nickserv credentials
———————————————————
intitle:”index of” intext: mySQL database credentials
connect.inc
———————————————————
intitle:”index of” intext: mySQL database credentials
globals.inc
———————————————————
filetype:conf oekakibbs Oekakibss user passwords
———————————————————
filetype:dat wand.dat Opera‚ ÄúMagic Wand‚Äù Web credentials
———————————————————
inurl:ospfd.conf intext: OSPF Daemon Passwords
password -sample -test
-tutorial –download
———————————————————
index.of passlist Passlist user credentials
———————————————————
inurl:passlist.txt passlist.txt file user credentials
———————————————————
filetype:dat “password.dat” password.dat files
———————————————————
inurl:password.log filetype:log password.log file reveals usernames,
passwords,and hostnames
———————————————————
filetype:log inurl:”password.log” password.log files cleartext
passwords
———————————————————
inurl:people.lst filetype:lst People.lst generic password file
———————————————————
intitle:index.of config.php PHP Configuration File database
credentials
———————————————————
inurl:config.php dbuname dbpass PHP Configuration File database
credentials
———————————————————
inurl:nuke filetype:sql PHP-Nuke credentials
———————————————————
filetype:conf inurl:psybnc.conf psyBNC IRC user credentials
“USER.PASS=”
———————————————————
filetype:ini ServUDaemon servU FTP Daemon credentials
———————————————————
filetype:conf slapd.conf slapd configuration files root password
———————————————————
inurl:”slapd.conf” intext: slapd LDAP credentials
”credentials” -manpage
-”Manual Page” -man: -sample
———————————————————
inurl:”slapd.conf” intext: slapd LDAP root password
”rootpw” -manpage
-”Manual Page” -man: -sample
———————————————————
filetype:sql “IDENTIFIED BY” –cvs SQL passwords
———————————————————
filetype:sql password SQL passwords
———————————————————
filetype:ini wcx_ftp Total Commander FTP passwords
———————————————————
filetype:netrc password UNIX .netrc user credentials
———————————————————
index.of.etc UNIX /etc directories contain
various credential files
———————————————————
intitle:”Index of..etc” passwd UNIX /etc/passwd user credentials
———————————————————
intitle:index.of passwd UNIX /etc/passwd user credentials
passwd.bak
———————————————————
intitle:”Index of” pwd.db UNIX /etc/pwd.db credentials
———————————————————
intitle:Index.of etc shadow UNIX /etc/shadow user credentials
———————————————————
intitle:index.of master.passwd UNIX master.passwd user credentials
———————————————————
intitle:”Index of” spwd.db UNIX spwd.db credentials
passwd -pam.conf
———————————————————
filetype:bak inurl:”htaccess UNIX various password file backups
passwdshadowhtusers
———————————————————
filetype:inc dbconn Various database credentials
———————————————————
filetype:inc intext:mysql_ Various database credentials, server names
connect
———————————————————
filetype:properties inurl:db Various database credentials, server names
intext:password
———————————————————
inurl:vtund.conf intext:pass –cvs Virtual Tunnel Daemon passwords
———————————————————
inurl:”wvdial.conf” intext: wdial dialup user credentials
”password”
———————————————————
filetype:mdb wwforum Web Wiz Forums Web credentials
———————————————————
“AutoCreate=TRUE password=*” Website Access Analyzer user passwords
———————————————————
filetype:pwl pwl Windows Password List user credentials
———————————————————
filetype:reg reg +intext: Windows Registry Keys containing user
”defaultusername” intext: credentials
”defaultpassword”
———————————————————
filetype:reg reg +intext: Windows Registry Keys containing user
”internet account manager” credentials
———————————————————
“index of/” “ws_ftp.ini” WS_FTP FTP credentials
“parent directory”
———————————————————
filetype:ini ws_ftp pwd WS_FTP FTP user credentials
—————————————————----
inurl:/wwwboard wwwboard user credentials
—————————————————----
Password dalam beberapa bahasa sbb:
—————————————————–
BAHASA KATA-KATA TRANSLATE
—————————————————–
German password Kennwort
Spanish password contraseña
French password mot de passe
Italian password parola d’accesso
Portuguese password senha
Dutch password Paswoord
—————————————————–

KETERANGAN :

Tips ini disajikan demi untuk perkembangan ilmu pengetahuan. Silahkan dipelajari/dicoba, segala resiko berkenaan dengan penyalahgunaan security website yang dituju merupakan tanggung jawab Anda.

Sumber/referensi :

10 Juli 2008

29 Juni 2008

Subsidi

Oleh Jaya Suprana

Pemikiran, pengetahuan, dan kekuasaan saya terlalu terbatas, maka saya tidak berani karena tidak berhak ikut berdebat masalah perlu tidaknya harga BBM dinaikkan.

Namun, yang menggelisahkan sanubari saya adalah alasan harga BBM harus dinaikkan akibat subsidi terhadap BBM harus dihentikan. Berbagai pertanyaan mengenai dalih subsidi itu amat merisaukan otak saya.

Namun mengapa

Pada prinsipnya, makna subsidi adalah bantuan. Maka, pada prinsipnya memberi bantuan dapat dibenarkan selama diberikan kepada pihak yang membutuhkan dan selama kebutuhan bersifat etis dan nonkriminal. Maka, subsidi terhadap BBM jenis bensin nonpremium bagi mobil pribadi, apalagi mewah, memang tidak benar karena berarti menyubsidi orang kaya yang tidak membutuhkan subsidi. Namun, mengapa subsidi terhadap minyak tanah yang banyak dibutuhkan rakyat jelata juga harus dihapus?

Kenaikan harga BBM pasti memengaruhi harga produk kebutuhan pokok rakyat yang sudah cukup menderita akibat harga kebutuhan pokok sudah cukup mahal. Namun, mengapa demi menghapus subsidi, harga BBM tidak bisa tidak harus dinaikkan?

Tugas utama pemerintah sebenarnya bukan memberi perintah, tetapi meningkatkan kesejahteraan rakyat. Namun, mengapa kekhawatiran atas kondisi keuangan lembaga pemerintah dirongrong subsidi lebih dikedepankan ketimbang kondisi kesejahteraan rakyat dirongrong kenaikan harga BBM?

Di masa perjuangan mempertahankan kedaulatan negara dan bangsa mereka sendiri, Pemerintah AS juga melakukan subsidi habis-habisan terhadap produk dalam negeri mereka agar mampu bersaing terhadap produk luar negeri, terutama imperialisme dan kolonialisme kerajaan Inggris. Namun, mengapa di masa yang disebut globalisasi ini, AS ngotot melarang negara-negara lain melakukan subsidi terhadap produk dalam negeri mereka? Bahkan, ketika masih kampanye, capres Hillary Clinton sempat membocorkan rahasia bahwa produk minyak bumi AS sebenarnya disubsidi secara very sophsticated hingga terkesan tidak disubsidi.

Alasan lain menghapus subsidi adalah di era global, harga minyak di dalam negeri Indonesia harus disesuaikan dengan harga pasar dunia, khususnya AS yang sudah dianggap dan menganggap dirinya sebagai dunia itu. Lalu, mengapa rakyat Iran di dalam negeri sendiri masih bisa membeli bensin sekitar Rp 1.000 per liter. Juga mengapa Hugo Rafael Chavez mampu menawarkan minyak bumi produksi Venezuela dengan harga jauh di bawah pasar yang disebut pasar dunia?

Di masa ekonomi global, memang subsidi terhadap produk dalam negeri dianggap tidak senonoh. Maka, atas kehendak negara-negara adikuasa-ekspor, disepakati untuk dilarang.

Namun, apa sebenarnya yang dilakukan Uni Eropa, Jepang, dan AS terhadap produk pertanian masing-masing yang terkesan subsidial itu? Mengapa obat-obat tradisional China bisa leluasa merajalela di pasar dalam negeri Indonesia, sementara jamu jika ingin masuk pasar dalam negeri China harus menempuh proses uji coba Depkes China dengan biaya miliaran rupiah per produk tanpa jaminan lolos?

Konstitusional

Konon subsidi terhadap BBM harus ditiadakan karena perusahaan minyak negara terus merugi akibat harga minyak bumi dunia meningkat drastis! Namun, mengapa rakyat sebagai pemilik negara dan pemilik perusahaan negara tidak diberi laporan audit keuangan resmi pendukung kebenaran alasan itu?

Negara Indonesia beruntung bisa memperoleh minyak bumi langsung dari bumi Nusantara sendiri, yang berarti seharusnya mampu menetapkan harga minyak bumi secara mandiri di negeri sendiri tanpa bergantung pada harga minyak bumi di negeri orang lain.

Namun, mengapa dalam menetapkan harga BBM di dalam negeri sendiri, Indonesia harus bergantung, bahkan tunduk, pada kondisi harga di luar negeri?

Secara konstitusional, minyak bumi merupakan komoditas strategis mengandung nilai sosial langsung terkait kesejahteraan rakyat. Namun, mengapa keputusan menghapus subsidi demi menaikkan harga BBM lebih berpihak kepada kepentingan keuangan negara (baca: pemerintah) ketimbang rakyat?

Keuangan negara tidak tertera dalam Pancasila sebagai landasan falsafah negara dan bangsa Indonesia. Namun, mengapa upaya mencegah negara jangan sampai bangkrut dengan menghentikan subsidi agar mampu mendongkrak harga BBM Indonesia setara dengan AS lebih dikedepankan ketimbang upaya menyejahterakan rakyat?

Akibat kuno, terbelakang, tidak profesional, tidak menguasai duduk persoalan, jangkauan daya pikir sempit dan dangkal, sok romantis peduli kemanusiaan, dan terlalu emosional mendengarkan keluhan rakyat jelata, segenap pertanyaan penggelisah sanubari itu hanya layak diajukan ke rumput bergoyang belaka. Gonggongan anjing buduk tidak akan dipedulikan kafilah, apalagi yang telah mantap berlalu.

Jaya Suprana Pendengar Keluhan Rakyat

Sumber : Kompas, Sabtu 28/06/08

17 Juni 2008

Agama Tidak Sekadar Intervensi

Negara tidak pula mencampuri urusan keyakinan warganya, negara tidak boleh intervensi dalam masalah keyakinan. Argumentasi seperti ini sering terdengar dari kelompok sekuler-liberal yang membela keberadaan Ahmadiyah. Lebih jauh, sering dikatakan , kalau agama campur tangan , negara berarti memihak pada kelompok tertentu, padahal negara harus diatas semua golongan.

Berbagai pernyataan diatas pada dasarnya muncul dari cara pandang sekulerisme. Ide yang menjadi dasar dari sistem kapitalisme ini pada intinya menolak agama dijadikan dasar negara. Agama dalam pandangan sekulerisme , hanya sekedar mengatur urusan-urusan individual, moralitas, dan ritual. Agama dilarang untuk mencampuri urasan politik, ekonomi, pendidikan dan bidang sosial lainnya.

Karena agama merupakan urusan pribadi, maka negara tidak boleh mencampuri keyakinan seseorang. Seseorang atas dasar kebebasan berkeyakinan tidak boleh dilarang untuk mengimana suatu agama , keluar dari agama itu, bahkan tidak boleh beragama sekalipun. Negara pun dikatakan tidak boleh menghakimi keyakinan rakyatnya.

Pandangan sekulerisme diatas jelas ditolak oleh Islam dan sekaligus berbahaya. Sebab, akan mengkerdilkan agama Islam hanya sebagai urusan individual, ritual dan moralitas. Sebaliknya, dalam aspek yang lain seperti ekonomi, politik, sosial, pendidikan Islam kemudian tidak dipakai sama sekali. Aspek yang dikenal sebagai aspek mu’amalah (yang mengatur kehidupan manusia dengan manusia yang lain) ini kemudian diatur oleh aturan diluar Islam, yakni kapitalisme-liberal. Pandang sekulerisme akan menjadi dasar liberalisasi segala aspek kehidupan.

Padahal Kapitalisme-liberal ini yang menjadi pangkal dari bencana manusia. Dalam aspek ekonomi, Kapitalisme-liberal dengan karakter materialisme nya yang rakus telah menimbulkan penjajahan negara-negara maju dunia ketiga. Kapitalisme telah menimbulkan kesenjangan antara utara-selatan, kemiskinan yang meluas, dan perampokan kekayaan alam negara dunia ketiga.

Sejarah buruk kolonialisme merupakan fakta yang tak terbantahkan dari bahaya kapitalisme ini . Negara-negara Barat menjajah negara lain, merampok kekayaan alamnya dengan cara memerangi penduduk setempat yang melakukan perlawanan. Indonesia adalah negara yang mengalami sejarah panjang kolonialisme yang mengerikan itu. Kedatangan Belanda, Portugal, Inggris di bumi Nusantara telah menumpahkan darah jutaan penduduk. Dengan sistem tanam paksa, rakyat Indonesia dipaksa untuk menanam komiditi yang dibutuhkan oleh negara penjajah, setelah itu menjualnya dengan sangat murah bahkan terkadang tanpa dibayar.

Rakyat miskinpun diperas tenaganya dalam kerja paksa, membangun infrastruktur untuk kepentingan penjajahan seperti jalan raya, rel kereta api, gedung-gedung dan lain-lain. Merekapun menjadi buruh-buruh murah di perkebunan-perkebunan yang kehidupan yang penuh derita.

Meskipun mengklaim sudah merdeka, penjajahan ekonomi ini sebenarnya masih berlangsung. Kalau dulu dengan militer, sekarang negara-negara Kapitalisme liberal menjajah dan merampok kekayaan alam kita atas nama investasi asing, pasar bebas, privatisasi dan mekanisme ekonomi kapitalisme lainnya. Kapitalisme ini juga membuat jebakan dan jeratan ekonomi seperti hutang luar negeri dan rezim mata uang dolar.

Kebijakan kapitalisme-liberal ini menyebabkan penderitaan masyarakat. Atas nama privatasi pendidikan dan kesehatan menjadi mahal dan semakin tidak bisa dijangkau. Orang miskin seakan tidak boleh sakit dan tidak boleh pintar. Sehat dan pintar hanya untuk orang kaya yang memiliki modal yang kuat. Pengurangan subsidi yang menjadi ciri dari kebijakan liberal ini pun telah menyebabkan BBM menjadi mahal karena mengikuti harga internasional. Dampaknya pun luar biasa, biaya hidup menjadi tinggi, harga-harga melambung tinggi, para pekerja terancam PHK, kemiskinan pun meningkat.



Kebijakan kapitalisme-liberal ini pun secara sistematis menjadi sarana merampok kekayaan alam kita. Tambang minyak dan gas Indonesia menurut pakar ekonomi Econit 80 % nya dikuasai asing. Emas, perak, batu bara juga sama. Padahal kalau kalau semua itu dikelola langsung oleh pemerintah dengan baik, profesional, jujur, transparan, akan memberikan pendapatan yang luar biasa kepada negara. Dana ini pun bisa digunakan untuk menjamin terpenuhinya kebutuhan sandang, pangan, dan papan masyarakat. Pendidikan dan kesehatan gratis juga bukan mimpi.

Kebijakan kapitalisme-liberal ini juga telah menimbulkan kehancuran sosial yang tak terperikan. Liberalisme telah meningkatkan kriminalitas karena kesulitan ekonomi. Kekerasan dalam rumah tangga juga meningkat karena tingkat stress yang tinggi. Liberalisme berdampak pada gaya hidup yang penuh dengan kemaksiatan. Kebebasan seksual, pornograpi, lesbianisme , homoseksual, pelacuran pun berkembang. Semua ini terjadi karena Kapitalisme-Liberal yang meminggirkan peran Islam dalam aspek ekonomi dan sosial. Inilah bahaya dari pandangan sekulerisme.

Dalam pandangan Islam, agama bukan saja boleh melakukan intervensi terhadap urusan negara. Lebih jauh dari itu, Islam harus menjadi dasar negara. Karena itu, negara harus menjadi Al Qur’an dan Sunnah sebagai sumber hukum. Berdasarkan hal ini, syariah Islam harus mengatur segala aspek kehidupan. Bukan hanya masalah individual, moral, atau ritual. Tapi juga aspek ekonomi, politik, sosial, dan budaya.

Negara dalam pandangan Islam wajib campur tangan dalam masalah aqidah. Bukan dalam pengertian memaksa warga non muslim untuk memeluk agama Islam. Sebab, Islam dengan gamblang mengatakan tidak ada paksaan dalam memeluk agama Islam. Bukan pula dalam pengertian yang non muslim tidak boleh beribadah, sebab Islam membolehkan non muslim beribadah menurut agamanya masing-masing. Campur tangan dalam pengertian, Negara harus menjaga aqidah Islam untuk tetap eksis dan kuat menjadi individu muslim dan negara.

Dalam konteks ini negara harus bersikap tegas dari segala hal yang mengancam aqidah Islam. Rosulullah Saw dengan tegas memberikan sanksi hukuman mati bagi orang yang murtad, sebagaimana sabdanya : “Man baddala dinahu fa qatuluhu” (Barang siapa yang mengganti agamanya (murtad dari Islam) maka bunuhlah”. Abu Bakar ra saat menjadi Kholifah juga memerangi Musailamah al Kadzdzab yang mengaku Nabi. Kenapa negara hirau dalam masalah aqidah ini ? Sebab aqidah adalah dasar dan fondasi setiap muslim dan negara. Kalau fondasi ini lemah, makan ketaqwaan individu akan lemah. Negara juga akan lemah.

Pandangan sekuler jelas berbahaya. Dengan alasan kebebasan beragama, seorang muslim dengan seenaknya murtad (keluar dari Islam). Sikap negara yang diam dalam masalah ini, jelas menjadikan aqidah menjadi persoalan remeh. Padahal aqidah inilah yang menjadi dasar dari kuatnya negara. Dengan alasan kebebasan berkeyakinan, orang dibiarkan membuat keyakinan yang aneh-aneh, mengaku Nabi, mengaku jibril, sholat dua bahasa , ibadah haji tidak perlu ke Makkah. Bukan tidak mungkin dengan alasan kebebasan berkeyakinan, sah-sah saja orang sholat sambil telanjang dan kiblatnya ke Monas (Na’udzubillah mindzalik)

Bahwa negara harus menjaga hal yang mendasar ditengah masyarakat yang menjadi asas, sebenarnya wajar saja. Negara-negara Kapitalis juga akan sekuat tenaga menjaga ideologi Kapitalis tetap eksis.Bedanya, kalau negara Islam akan sekuat tenaga mempertahankan aqidah Islam sebagai dasar negara. Negara Kapitalisme akan sekuat tenaga mempertahankan sekulerisme sebagai dasar negara. Tidak heran kalau Bush berulang-ulang menyatakan bahwa nilai-nilai kapitalisme seperti demokrasi, HAM, pluralisme adalah harga mati untuk kepentingan Amerika Serikat.

Negara Kapitalis tidak menginginkan ada kelompok yang ingin menumbangkan ideologi Kapitalisme. Tidak heran kalau Perancis melarang pemakain kerudung, di beberapa tempat di Eropa membangun masjid dilarang. Di Australia, pendirian sekolah Islam ditolak. Sebab mereka melihat hal ini akan mengancam ideologi kapitalisme. Jadi adalah keliru, kalau negara Kapitalism dikatakan tidak mengintervensi atau menghukum ideologi yang merupakan keyakinan yang dianggap mengancam negara. Dalam konteks menjaga negara inilah kepada Islam menjaga aqidah umat.

Selanjutnya, berdasarkan aqidah Islam ini negara mengatur masyarakat dengan menerapkan syariah Islam. Syariah Islam akan menjamin terpenuhinya kebutuhan pokok tiap individu masyarakat sandang, pangan dan papan. Syariah Islam juga mengatur bahwa pendidikan dan kesehatan harus gratis untuk warga negara. Dan perlu dicatat hal ini bukan hanya berlaku bagi umat Islam atau juga warga negara daulah Islam yang non muslim.

Syariah Islam juga akan menjamin keamanan siapapun rakyatnya baik muslim atau non muslim. Non muslim yang disebut sebagai Ahlul Dzimmah wajib dijaga oleh negara, sampai-sampai Rosulullah saw mengatakan siapa yang menyakiti Ahlul Dzimmah berarti menyakitiku.

Syariah Islam juga akan menjadikan kekayaan alam yang merupakan milik umum (milkiyah ‘amah) seperti minyak, emas, batu bara, timah, menjadi milik rakyat yang tidak boleh diserahkan kepada individu atau perusahan asing. Negara akan mengelolanya dengan baik dan hasilnya diserahkan untuk kepentingan masyarakat.

Walhasil, kami menegaskan sekali lagi. Menjadikan Islam sebagai asas negara dan syariah Islam sebagai aturan yang mengatur masyarakat akan memberikan kebaikan bagi semua pihak termasuk Indonesia, muslim maupun non muslim. Islam akan memberikan kebaikan bagi semua kelompok.

Sebaliknya, sekulerisme yang menjadi dasar liberalisasi dalam segala aspeklah yang telah menghancurkan negeri-negeri Islam termasuk Indonesia. Jadi umat Islam harus bersatu melawan siapapun yang ingin mengeksiskan negara sekuler yang menyebarluaskan ideologi kapitalisme. Sebaliknya, umat Islam harus bersungguh-sungguh untuk memperjuangkan negara yang berdasarkan Islam. Sebab hanya dengan itulah aqidah umat terjaga, masyarakat sejahtera, keamanan terjamin, kesatuan negara kokoh.(Farid Wadjdi)

Sumber : Hizbut Tahrir Indonesia

11 Juni 2008

Cinta Laura dan Inlander

Saya bukan penggemar infoatainment. Tetapi, ketika 1 Juni yang lalu saya menghidupkan televisi saya tertawa melihat seorang gadis cantik bernama Cinta Laura sedang membaca Pancasila.

Gaya bicara ekstra-cadel yang ditampilkan oleh Cinta Laura membuat saya menduga ada Pancasila versi baru. Saya sampai harus memasang telinga lebih tajam untuk mencoba memahami bahasa cewek itu: Panchasyila, satju, ketjuhanan zang mahha esza….dan seterusnya dan seterusnya.

Cinta adalah bagian dari gelombang besar jagat televisi dan sinetron nasional yang dikuasai wajah-wajah indo dan bule.

Apa saja yang berbau bule dan indo di sinetron pasti menarik banyak penggemar. Seolah-olah wajah bule akan memberi jaminan kesuksesan. Parade bule dan indo pun kita saksikan di hampir setiap sinetron di televisi kita.

Sepintas, tampaknya tidak ada yang salah dengan situasi ini. Ketika kondisi ekonomi dan sosial semakin sumpek seperti sekarang, rakyat membutuhkan sarana hiburan yang murah dan meriah.

Sinetron pun menjadi pilihan yang paling tepat untuk sarana eskapisme, melarikan diri dari kesumpekan hidup. Daripada pusing memikir kenaikan harga BBM, lebih baik nonton sinetron.

Daripada bunuh diri karena stres memikir biaya hidup yang makin mahal, mending nonton sinetron. Makanya, sekali-sekali kita perlu juga memberi apresiasi kepada para produsen sinteron Indonesia itu. Coba kalau tidak ada sinetron, barangkali jumlah orang gila dan orang bunuh diri makin meningkat.

* * *
Kekaguman terhadap segala sesuatu yang berbau bule bukan fenomena baru di masyarakat kita. Ini merupakan warisan lama sejak era kolonialisme dan imperialiasme.

Ada paradoks dalam masalah ini. Di satu sisi bangsa Indonesia merasakan trauma yang menyakitkan akibat derita panjang penjajahan ratusan tahun.

Tapi, di sisi lain bangsa kita masih saja terkagum-kagum terhadap bule, bahkan sampai berpuluh-puluh tahun kemudian.

Amien Rais--yang lidah dan tulisannya masih tetap tajam--menyebut hal ini sebagai mentalitas inlander atau mental jongos. Mentalitas ini sengaja dibangun oleh penjajah selama ratusan tahun, sehingga sangat sulit menghilangkan legasi itu.

Celakanya, kata Amien, mentalitas inlander ini tidak hanya mewabah di kalangan rakyat bawah. Tapi juga dialami, dengan sama-sama akutnya, oleh para pemimpin dan elite politik kita.
Kalau yang terserang mental inlander itu rakyat kecil, paling akibatnya mereka terkagum-kagum kepada bule dan ketagihan nonton sinetron Indonesia.

Kalau yang terkena penyakit inlander ini artis Indonesia, paling-paling akibatnya mereka jadi terkagum-kagum dan berlomba menikah atau memacari bule. Apa saja asal bule jadi rebutan artis kita, tidak peduli bule, yang di negeri asalnya jadi kuli pun, di sini jadi rebutan.

Tapi, kalau yang terserang penyakit mental inlander ini adalah elite politik, sosial, ekonomi, intelektual, wartawan, agamawan, dan elite-elite yang lain, celakalah bangsa kita ini.

Bacalah buku Amien Selamatkan Indonesia!. Akan terasa betapa Amien sangat marah terhadap kondisi ini. Penderitaan berkepanjangan yang diderita bangsa ini--dalam kesimpulan sederhana Amien--adalah akibat mentalitas inlander para elite politik dan pemerintahan kita.

* * *
Almarhum Edward Said, intelektual Amerika kelahiran Palestina, telah mendedikasikan seluruh karier intelektualnya untuk mengungkap masalah mentalitas jongos ini.
Dalam studi yang dituangkan dalam buku Orientalism dan sekuelnya Culture and Imperialism, Said antara lain menunjukkan bahwa mentalitas inlander itulah yang membuat kolonialisme dan imperialisme meluas ke seluruh negara di Asia dan Afrika dan bertahan ratusan tahun.

Mentalitas inlander itu dibangun secara sistematis dan terus-menerus melalui kekuasaan dan bahkan sastra dan seni, sehingga telah mendarah mendaging dan menulang-sumsum sampai sekarang.

Said memang tidak mempelajari sinteron Indonesia, dia hanya mempelajari karya-karya sastra Barat. Tapi, saya bayangkan kalau Pak Said sempat menonton sinetron Indonesia, dia akan tersenyum getir dan menggumam, 'Ini dia bukti tesis saya'.

Menurut Said, para imperialis itu mencekokkan pandangan bahwa bangsa Barat bukan penjajah. Tapi bangsa Timurlah yang menginginkan dan mengharapkan kehadiran orang Barat ke negerinya untuk menaikkan derajat bangsa-bangsa Timur itu.

Kalau ada kemajuan di negara jajahan, semuanya atas kebaikan hati tuan bule.
Bahkan, Politik Etis di Indonesia pada 1901 yang diperkenalkan oleh Van Deventer dipuji-puji sebagai balas budi. Padahal, itu hanya akal-akalan Belanda saja untuk melanggengkan kekuasaannya.

Edward Said pasti sangat marah kalau kita memuji-muji Van Deventer.
Bagaimana menghilangkan mentalitas itu? Para pemimpin seperti Evo Morales dari Bolivia, Hugo Chavez dari Venezuela, dan Ahmadinejad dari Iran telah berhasil membongakarnya.
Indonesia kapan? Tak tahulah. Pusing kepala memikirnya.

Daripada pusing, hujzan hujzan becheck tjidak ada ojzeck, mending kita nonton sinetron sajalah….*

Sumber : Surya Online
New Page 14

Sign up for PayPal and start accepting credit card payments instantly.
PANDUAN VERIFIKASI AKUN PAYPAL ANDA KE REKENING BANK ANDA [KLIK DISINI]

Cari artikel, informasi di website dan atau di blog ini, seperti; foto (image), audio dan video dengan mesin Google berikut. Ketik keyword (kata kunci) dalam kotak, klik tombol "cari" pada form berikut :
Google
TIPs : Untuk mengotimalkan pemakaian mesin pencari "google.com" diatas, dapat Anda pelajari disini, silahkan klik: [http://zulfikri-kamin.blogspot.com/2008/07/tips-mengotimalkan-mesin-pencari.html] ----------